Entry 18: JIKA SAYA PRESIDEN RI: TANGGAP, KONKRIT DAN REALISTIS

August 18, 2006

Penulis: Yunisri

Jika saya jadi Presiden Indonesia, saya tidak akan bertele-tele. Karena yang dibutuhkan negara Indonesia saat ini adalah tindakan konkrit dan realistis, maka saya akan:

1. Yang pertama perlu dibenahi adalah moral dan iman bangsa. Krisis moral dan iman ini merupakan akar dari keterpecahan dan carut marutnya negara tercinta ini. Banyak dari kita yang berintelektual tinggi namun tidak punya integritas moral dan iman yang kuat. Sehingga kebanyakan kita memiliki motivasi ‘terselubung’ baik dalam pemerintahan maupun dalam bermasyarakat yang ujung-ujungnya : uang (korupsi), kesenangan (pornografi,narkoba, seks bebas) dan kekuasaan (politik kambing hitam) demi kepentingan pribadi. Saya menyambut baik ajakan direktur salah satu partai untuk “Tobat Nasional”. Mari bersama-sama berupaya untuk tidak melakukan ‘dosa’ yang sama dan tidak membikin dosa baru yang hanya menimbulkan makin terpuruknya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Setidaknya saya akan mulai dari diri saya sendiri.

2. Pendidikan gratis bagi siswa wajib belajar (SD sampai SMP) yang orangtuanya miskin. Yaitu dengan cara membebaskan mereka bayar SPP dan memberi buku teks gratis yang dapat dipinjam melalui perpustakaan sekolah yang disubsidi oleh negara (20% dari APBN). Sekolah-sekolah ini saya instruksikan untuk tidak memungut apapun dari siswa-siswa tersebut. Kalau ada yang ‘nakal’, saya akan beri sanksi bisa berupa skorsing atau denda Rp.50 juta. Bagaimanapun estafet pemerintahan negara ini ada dipundak anak-anak ini. Dan bagi gurunya nanti akan saya naikkan taraf kesejahteraannya yang akan saya diskusikan bersama menteri pendidikan.

3. Saya akan menginstruksikan Deptan, Depkes dan lintas departemen untuk segera memberikan penyuluhan tentang bahaya virus H5N1 (flu burung) yang kabarnya sudah menelan 44 korban di Indonesia (terbanyak didunia) dan segera melakukan vaksinasi serta penyemprotan desinfektan langsung ke rumah-rumah penduduk. Atau menyebarkan informasi keseluruh media massa tentang dinas mana yang sebaiknya dihubungi dan siaga 24 jam, dengan biaya yang murah. Pelatihan bagi petugas kesehatan untuk mengatasi Avian Influenza ini harus segera dilakukan diberbagai daerah. Penyakit ini sudah menyebar antar manusia, dan sangat mengkhawatirkan kalau tidak cepat ditanggulangi akan menjadi pandemi, begitu kata WHO. Sehingga banyak negara yang memberlakukan ‘travel warning’ ke Indonesia. Karena kesehatan bagaimanapun juga adalah harta yang tak ternilai.

4. Ancaman teroris melalui bom cair akibat peristiwa 10 Agustus lalu dibandara Inggris, harus segera diantisipasi. Saya akan menginstruksikan Dephub untuk segera memasang alat deteksi bahan peledak cair di semua bandara di Indonesia. Juga larangan membawa cairan kedalam kabin bagi para penumpang. Sebab menurut informasi, teroris membawa material cair bahan peledak ini kedalam botol-botol minuman dan meraciknya sendiri di atas pesawat serta meledakkannya hanya dengan korek api atau handphone.

5. Untuk mengantisipasi bahaya banjir, gempa, tsunami saya akan membikin program Simulasi Terpadu disemua kota, kabupaten, kecamatan dan desa di Indonesia. Agar masyarakat tanggap jika ‘tanda-tanda’ musibah itu akan terjadi. Penanaman pohon akan lebih ditingkatkan.

6. Saya mencanangkan membuat “Blog Untuk Semua”, dimana masyarakat bisa menyalurkan aspirasinya melalui blog ini. Karena media blog lebih cepat dan efisien daripada surat atau media cetak. Akses internetnya akan dibuat murah. Dan bagi yang tidak mampu akan disediakan akses gratis (Ini program idealis saya). Untuk itu saya akan menyarankan Polri, BIN (Badan Intelijen Negara) dan Departemen Hukum dan HAM agar tidak terlalu ‘galak’ menyensor tulisan-tulisan yang masuk. Sebab kita membutuhkan orang non pemerintahan yang berani menyalurkan suara hatinya tanpa takut disensor dan tanpa takut ‘dimatiin’ karena terlalu vokal. Kritik yang membangun dan inspiratif bisa menjadi ‘koreksi’ terhadap kinerja saya selama jadi Presiden. Oposisi diperlukan sepanjang bertujuan demi kemajuan dan perbaikan negara dan bangsa ini.

Demikian poin-poin yang saya anggap penting untuk segera disikapi dengan konkrit, terpadu dan realistis. Saya meminta saudara-saudara di Indonesia untuk sabar dan bijak dalam menilai proses yang sedang berjalan di negara kita ini. Karena tidak ada program pemerintah yang pelaksanaannya sekali jadi di manapun didunia ini. Dirgahayu Indonesia ke-61 !

Foto 22 : Serbu!!!

Peserta : Dahlia

Photobucket - Video and Image Hosting

Serbu !!!
lokasi di lapangan bola perumahan daerah kalimalang
17 Agustus 2006

Foto 21 : Merah Putih Teruslah Kau Berkibar…. !!!

Peserta : Dahlia

Photobucket - Video and Image Hosting

Merah Putih Teruslah Kau Berkibar…. !!!
lokasi di lapangan bola perumahan daerah kalimalang
17 Agustus 2006

Resensi 11 : Teen World - Ortu Kenapa Sih?

Peserta : rsukma

Judul Buku : Teen World : ORTU Kenapa Sih?
Editor :Benny Rhamdani
Penerbit :P enerbit Cinta
Jumlah Halaman : 154 halaman

Awalnya beli buku ini terus-terang karena disuruh Lili, salah satu penulisnya. Tanpa tau isinya ya beli saja saat aku lewat toko buku RS Harapan Kita. * saat-saat menjaga Ibuku yang sedang dirawat disana…. *

Buku ini berisi tentang pengalaman-pengalaman nyata para blogger remaja atau saat remaja *yang dikisahkan blogger, karena ada yang bukan pengalaman sendiri, seperti pengalaman teman blogger misalnya.*

Bahasa yang digunakan sederhana, lancar seperti cerita seorang anak remaja yang keluar langsung dari muludnya, bak cerita dalam diari, menyentuh namun tidak mengharu biru.

Isi secara keseluruhan tentang remaja yang menghadapi konflik dengan Ortu. Tidak hanya Ortu dijaman modern di kota-kota besar, tapi juga Ortu jaman dulu tahun 1983 di sebuah daerah kecil yang gag ada di peta sekalipun, Sarimatondang. Ternyata dari waktu kewaktu di zaman semodern apapun perubahan fase menjadi remaja tetap menjadi bagian yang perlu diperhatikan bagi Ortu.

Mari kita liat isinya yaaa….

Bagian pertama tentang Hobby vs Ortu. Konflik seusia remaja biasa dihadapi dengan Ortu dalam hal yang berkaitan dengan kegiatan anak. Ortu tak ingin anak lebih menyukai hobby sehingga pulang malam seperti pengalaman Lili yang mania basket. Ortu juga kawatir klo anaknya lebih suka hobbynya ketimbang tugas utamanya b-e-l-a-j-a-r, seperti pengalaman Nunik main theater, dan temannya Fahmi yang suka ngeband, dan Haya teman Ryu yang ngefan abis sama PAS Band.

Bagian kedua buku ini bercerita pengalaman-pengalaman blogger dengan Sang IBu. Saat Rani memilih jurusan, saat-saat Syl memilih menggunakan jilbab, kekangan Ortunya Sam, yang paling menarik pengalaman Eben dengan tas ransel pilihan Ibunya. Walau tulisannya ditulis dengan bahasa yang sederhana, tapi pengalaman Eben membuatku merasakan betapa Ibu selalu saaaayang dengan anaknya. *Bikin aku sesegukan bacanya….huuuuuuu*

Bagian ketiga pengalaman dengan Bokap. Ada saatnya ORTU keliru, ada saatnya sulit skali membujuk ORTU seperti halnya Gaby, *Memang jadi ORTU harus bisa tarik ulur* Memahami disiplinnya seorang Ayah militernya Iwok, serta pengalaman dibalik kerasnya seorang Ayah, ia juga berhati lembut. Kadang memang sulit mengungkapkan sayang, walo hanya makan Mi Siantar memecahkan bongkahan hatinya yang keras.

Bagian terakhir yang katanya berakhir indah, Asty yang merasa perhatian Mamanya beralih, saat-saat Koko dan Rara gamang menghadapi masa sulit kehilangan orang yang dicintai. Hanya aku masih belum menemukan jawaban kenapa bagian ini dikatakan berakhir indah? Apakah karena perhatian Mama Asty yang kembali padanya? Apa karena Koko akhirnya menyadari kerinduannya pada rumah?

Buku ini juga dilengkapi tips dan trik bagi pembaca yang ditujukan bagi pembaca Remaja. Tapi menurutku buku ini justru bagus untuk dibaca para ORTU yang memiliki remaja *atau Ortu calon remaja seperti dirikyu ini*. Memahami kerasnya hati anak usia remaja, menyadari bahwa pentingnya komunikasi Ortu dan remajanya. Komunikasi dalam arti memahami pikiran dan nurani meraka.

Bagiku buku ini juga menjadi pelajaran berharga, bahwa jika kelak Uda Ghazy si enam tahun dan Adek Qiyya si 2 tahun menjadi remaja ABG bukan tak mungkin aku juga dilontarkan “Mama Kenapa Siiiiiiiiiiiih?” Sekarang saja cowok gantengku itu sering protezzzz dengan “Mamaaaa apaaan siiiih?”. Tuuuh kan?! He…he….

Next Page »