Entry 23 : Bapak pun tak kalah seru ikut lomba 17-an

August 19, 2007

Ratih Indah Lestari
http://indahlestari.multiply.com/journal/item/74/Bapak_pun_tak_kalah_seru_ikut_lomba_17-an.

Bapak pun tak kalah seru ikut lomba 17-an

MERDEKA!!!!!

Pekikan itu bergema seantero nusantara seharian ini. Ya, tujuh belas agustus 62 tahun yang lalu, kata kemerdekaan sudah mulai dikumandangkan. Indonesia memang sudah merdeka.

Untuk meghormati perjuangan yang telah lalu, masyarakat pun mengabadikannya dalam berbagai macam perlombaan. Perlombaan itu merupakan refleksi dari perjuangan para pendahulu tanah air ini.

Pun sepanjang umurku hingga kini, walau belum setua Indonesia (62 tahun), aku sering turut berpartisipasi memeriahkan perlombaan-perlombaan yang diadakan oleh Karang Taruna sekitar tempat tingggalku. Aku memang tergolong remaja, maka aku selalu disibukkan dengan aktifitas kegiatan di Karang Taruna. Setiap mereka yang mengaku remaja di kampungku, maka harus turut ikut serta menjadi panitia memeriahkan HUT Kemerdekaan RI setiap tahunnya.

Oleh karena itu, sejak aku tinggal di neger seberang untuk mencari kehidupan yang lebih layak, aku sering merindukan perayaan 17-an seperti dulu. Di luar negeri sini, memang sering diadakan perlombaan menyambut HUT RI tiap tahunnya. Tapi kok ya, rasanya kurang ‘menggigit’ saja!Itulah perbedaan yang sangat kontras antara orang Indonesia yang tinggal di luar negeri dengan yang didalam negeri. Rasa nasionalisme kami disini begitu tinggi bila dibandingkan denganmereka yang tinggal didalam negeri. Entah apa alasannya!mungkin kerinduan yang membuat kami seperti ini.

Tahun ini, ada yang beda disini. Perlombaan yang ada lebih beragam. Misalnya saja ada lomba memakai kemeja, lomba memindahkan bendera, lomba membacakan cerita perjuangan/islami dan juga lomba menentukan jenis tepung yang tersedia. Dari kesemua jenis lomba yang diadakan, hanya ada lomba menentukan jenis tepung yang hanya disediakan khsuu untuk kategori dewasa. Uniknya, lomba ini pun mengikutsertakan para bapak-bapak yang notabene jarang masuk dapur, hanya untuk mengenali jenis tepung yang tersedia didapur istrinya.

Ternyata lomba ini tidak semudah yang kita kira. Setelah pengumuman pemenang, yang ternyata juara satu-tiga untuk kategori ibu-ibu hanya berhasil menebak dengan benar, 5 jenis tepung saja. Sedang di kategori bapak-bapak, mereka hanya berhasil menjawab 3 saja dengan benar. Ternyata memang tidak gampang menentukan jenis tepung yang bentuk dan warnanya hampir sama semua. Buktinya, para ibu pun yang terbiasa masuk dapur, masih bisa terkecoh antara beda tepung kanji dnegan tepung maizena.

Perlombaan ini mengingatkan aku akan perlombaan dirumahku di Indonesia tiga tahun yang lalu. Masih bertemakan bapak-bapak, panitia Karang Taruna mengadakan lomba sepak bola memakai daster khusus untuk bapak-bapak. Sepanjang perlombaan, riuh tawa dan teriakan mengunggulkan timnya masing-masing, sungguh ramai terasa, menambah bangga akan Indonesia yang memiliki masyarakat yang begitu sukacita untuk berpartisipasi walau hadiahnya tidak begitu besar. Sungguh lucu melihat bapak-bapak yang kesehairan mereka begitu terlihat maskulin dan gagah, hari itu berlari dengan tertatih dan sedikit bersusah payah karena mengenakan daster yang merupakan pakaian yang biasa dikenakan istri-istri mereka. Lincah sekali melihat bapak-bapak yang biasanya memanggul dagangan atau berpeluh karena capek kerja seharian, hari itu berpeluh karena mengejar-ngejar bola yang hanya ada satu untuk diperebutkan oleh sepuluh orang. Kebetulan, bapak-bapak yang ikut lomba itu dibagi menjadi 5 orang satu timnya.

Benar-benar terlihat sekali ketika akan memperjuangkan sebuah bola untuk dimasukkan kedalam gawang, perjuangan mereka diibaratkan seperti perjuangan para pahlawan kita yang dengan gigih mempertahankan tanah air ini agar tidak jatuh ketangan para penjajah. Uniknya, perlombaan mengibaratkan jika kita harus rela bertempu dan berjuang dengan menggunakan alat apapun yang tersedia. Jika dahulu hanya tersedia bambu runcing untuk melawan meriam-meriam penjajah, maka hari itu, mereka hanya disediakan sebuah daster untuk dikenakan berjuang merebut sebuah bola!

Ini membuktikan, dalam keadaan apapun, dengan media apapun, perjuangan masih bisa terlaksana kok!Jangan menyerah, hanya karena tidak tersedianya peralatan yang tidak memadai. Sekali lagi, kita bisa bercermin dari perjuangan para bapak itu. Itulah lomba yang paling berkesan buatku. bagiku semangat bapak-bapak itu, makin memacu darah patriotismeku untuk lebih mencintai Indonesia dimanapun berada. bahkan di negeri yang bukan milikku sendiri, aku wajib menjunjung dan mengangkat nama baik bangsa, agar kelak bisa dikenal keharuman dan kejayaannya.

Indonesia…….
Negriku yang elok dan tak pernah kulupa.
Karena disinilah tempatku dilahirkan dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang bunda.
Dari tubuhnyalah, makananku tersedia. Beras dan sayuran.
Aku tak akan pernah berhenti menjayakan negriku ini.

HIDUP INDONESIA!
Hiduplah selamanya dihati dan dijiwa setiap masyarakatmu…………

Buat Indonesiaku…….

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://lombablogfam.blogsome.com/2007/08/19/entry-23-bapak-pun-tak-kalah-seru-ikut-lomba-17-an/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>