Gombal 25 : Semerdeka Aku Mencintaimu

August 18, 2007

Rekian Nur Kristiana
http://kianaza.blogspot.com/2007/08/merdeka.html

Semerdeka Aku Mencintaimu

Merdeka!!!
Suara membahana
Semua bersama teriak MERDEKA!!!

Entah apakah semua mengerti apa arti kata itu
Yang pasti hari kemerdekaan ini
Menjadi ajang kumpul bersama
Ceria bersama
Bersuka ria bersama
Hilang semua malu, kesal, penat…
Yang ada hanyalah perasaan bebassss…..

Bebas berteriak…
Bebas berdandan…
Bebas berlari…
Bebas memotret
Bebas bergaya…
Bebas berkreasi…

Semoga hari ini menjadi penyemangat hari-hari berikutnya

Bahwa kita tak sendiri…
Kita semua satu indonesia tercinta
walau jelas ada banyak yang beda

Mari kita bersatu
Mari kita bersemangat

Mari bersuara lantang

MERDEKAA!!!!!

Semerdeka aku mencintaimu..
Entah dirimu sadar ato tidak…
BTW

MERDEKA!!

Gombal 24 : menikahlah Denganku

Nama : rhadimas
url : http://rhadimas.12gbfree.com/index.php/2007/menikahlah-denganku.html/

Menikahlah Denganku

Buat Yayang..

Yang, gak terasa ya udah 2 tahun lebih kita pacaran. Meski jauh, susah seneng kita jalani bersama. Semua perjuangan menghadapi rintangan juga kita lewati berdua. Mungkin cintaku padamu gak setinggi puncak monas, atau sedalam samudra Jawa. Mitraliyur senapan mesin boleh memuntahkan pelurunya bertubi-tubi, dentuman panser menyerbu boleh silih berganti. Namun semua itu tidak sebanding dengan dentuman jantungku menatap wajahmu. Atau desiran hatiku membuncah kala membaca suratmu.

Yang, apalah arti kemerdekaan bila hidup tanpamu. Apalah arti kebersamaan bila kita berjuang sendiri-sendiri. Oleh sebab itu yang, aku pengen apa yang menjadi cita-cita bersama, terwujud indah dalam bingkai rumah tangga. AKu gak menjanjikan rumah sebesar istana, mobil mewah berwarna merah, atau cincin putih bermata delima. Aku hanya bisa menjanjikan diriku akan ada disampingmu, suka maupun duka, berjuang sampai akhir hayatku, bersama untukmu.

Mungkin terdengar klise bagimu Yang, namun pernahkah kau mendengar sumpah pejuang? Pernahkah kau merenung kenapa pejuang begitu rela menyabung nyawa demi Ibu pertiwi? Meskipun kini si ibu sedang berduka, marah dan benci pada anak bangsa? Rasa cinta dan kasihlah yang membuat pejuang begitu gigih mempertahankan Ibu pertiwi. Mungkin Ibu memang sekarang marah, mungkin Ibu memang sekarang benci, tapi Ibu tetaplah ibu. Tetap sayang pada anaknya dan wajib kita bela dan hormati. Seperti itulah cintaku padamu yang..

Satu permintaanku,Yang.
Maukah kau ada disisiku saat aku menerjang bahaya?
Maukah kau merawatku saat aku terluka?
Maukah kamu menikah denganku?

Jakarta, Desember 2002
#Catatan: Kami akhirnya menikah 16-Agustus-2003 di Bandar Lampung
Buat Yayang..

Yang, gak terasa ya udah 2 tahun lebih kita pacaran. Meski jauh, susah seneng kita jalani bersama. Semua perjuangan menghadapi rintangan juga kita lewati berdua. Mungkin cintaku padamu gak setinggi puncak monas, atau sedalam samudra Jawa. Mitraliyur senapan mesin boleh memuntahkan pelurunya bertubi-tubi, dentuman panser menyerbu boleh silih berganti. Namun semua itu tidak sebanding dengan dentuman jantungku menatap wajahmu. Atau desiran hatiku membuncah kala membaca suratmu.

Yang, apalah arti kemerdekaan bila hidup tanpamu. Apalah arti kebersamaan bila kita berjuang sendiri-sendiri. Oleh sebab itu yang, aku pengen apa yang menjadi cita-cita bersama, terwujud indah dalam bingkai rumah tangga. AKu gak menjanjikan rumah sebesar istana, mobil mewah berwarna merah, atau cincin putih bermata delima. Aku hanya bisa menjanjikan diriku akan ada disampingmu, suka maupun duka, berjuang sampai akhir hayatku, bersama untukmu.

Mungkin terdengar klise bagimu Yang, namun pernahkah kau mendengar sumpah pejuang? Pernahkah kau merenung kenapa pejuang begitu rela menyabung nyawa demi Ibu pertiwi? Meskipun kini si ibu sedang berduka, marah dan benci pada anak bangsa? Rasa cinta dan kasihlah yang membuat pejuang begitu gigih mempertahankan Ibu pertiwi. Mungkin Ibu memang sekarang marah, mungkin Ibu memang sekarang benci, tapi Ibu tetaplah ibu. Tetap sayang pada anaknya dan wajib kita bela dan hormati. Seperti itulah cintaku padamu yang..

Satu permintaanku,Yang.
Maukah kau ada disisiku saat aku menerjang bahaya?
Maukah kau merawatku saat aku terluka?
Maukah kamu menikah denganku?

Jakarta, Desember 2002
#Catatan: Kami akhirnya menikah 16-Agustus-2003 di Bandar Lampung

Gombal 23 : Makanan = Senjata

Salman Faris
http://blog.indosiar.com/salmanf/?op=readblog&idblog=73229

Makanan = Senjata

Say, kamu tahu tidak bahwa
Bulatnya bakso seperti meriam
Panjangnya mie seperti bambu runcing
Pipihnya pisang seperti pistol
tapi sayang wajahmu kok kayak Penjajah bersenjata sih

Gombal 22 : Merah Putih Untuk Rianti

Salman Faris
http://blog.indosiar.com/salmanf/?op=readblog&idblog=73227

Merah Putih Untuk Rianti

Dear Rianti,
Saat ini rindu menusuk hati yang kosong.
Kamu tahu bahwa aku telah mengempur seluruh medan laga hanya untukmu.
Dengarlah suara jantugku yang berdentum keras seakan ingin meledak.
Jika matahari telah mendaratkan dirinya di ufuk timur, pasti aku akan segera bergreliya untuk mencari senjata buat menembak hatimu.
Kamu tahu aku seorang pejuang yang tangguh.
Aku akan menyisihkan lengan untuk bertarung dengan musuh-musuh di sekitarku.
Aku rela bertempur dengan gigih hanya untuk mu, sekali lagi untukmu.
Aku berteriak lagi untukmu.
Hidup atau mati! Itulah janjiku padamu sampai saat ini dan aku bertekad rela mati demi kamu.
Rianti, percayalah bahwa merahnya darahku dan putihnya hatiku akan selalu kupersembahkan padamu.

« Previous PageNext Page »