Nama : rhadimas
url : http://rhadimas.12gbfree.com/index.php/2007/menikahlah-denganku.html/
Menikahlah Denganku
Buat Yayang..
Yang, gak terasa ya udah 2 tahun lebih kita pacaran. Meski jauh, susah seneng kita jalani bersama. Semua perjuangan menghadapi rintangan juga kita lewati berdua. Mungkin cintaku padamu gak setinggi puncak monas, atau sedalam samudra Jawa. Mitraliyur senapan mesin boleh memuntahkan pelurunya bertubi-tubi, dentuman panser menyerbu boleh silih berganti. Namun semua itu tidak sebanding dengan dentuman jantungku menatap wajahmu. Atau desiran hatiku membuncah kala membaca suratmu.
Yang, apalah arti kemerdekaan bila hidup tanpamu. Apalah arti kebersamaan bila kita berjuang sendiri-sendiri. Oleh sebab itu yang, aku pengen apa yang menjadi cita-cita bersama, terwujud indah dalam bingkai rumah tangga. AKu gak menjanjikan rumah sebesar istana, mobil mewah berwarna merah, atau cincin putih bermata delima. Aku hanya bisa menjanjikan diriku akan ada disampingmu, suka maupun duka, berjuang sampai akhir hayatku, bersama untukmu.
Mungkin terdengar klise bagimu Yang, namun pernahkah kau mendengar sumpah pejuang? Pernahkah kau merenung kenapa pejuang begitu rela menyabung nyawa demi Ibu pertiwi? Meskipun kini si ibu sedang berduka, marah dan benci pada anak bangsa? Rasa cinta dan kasihlah yang membuat pejuang begitu gigih mempertahankan Ibu pertiwi. Mungkin Ibu memang sekarang marah, mungkin Ibu memang sekarang benci, tapi Ibu tetaplah ibu. Tetap sayang pada anaknya dan wajib kita bela dan hormati. Seperti itulah cintaku padamu yang..
Satu permintaanku,Yang.
Maukah kau ada disisiku saat aku menerjang bahaya?
Maukah kau merawatku saat aku terluka?
Maukah kamu menikah denganku?
Jakarta, Desember 2002
#Catatan: Kami akhirnya menikah 16-Agustus-2003 di Bandar Lampung
Buat Yayang..
Yang, gak terasa ya udah 2 tahun lebih kita pacaran. Meski jauh, susah seneng kita jalani bersama. Semua perjuangan menghadapi rintangan juga kita lewati berdua. Mungkin cintaku padamu gak setinggi puncak monas, atau sedalam samudra Jawa. Mitraliyur senapan mesin boleh memuntahkan pelurunya bertubi-tubi, dentuman panser menyerbu boleh silih berganti. Namun semua itu tidak sebanding dengan dentuman jantungku menatap wajahmu. Atau desiran hatiku membuncah kala membaca suratmu.
Yang, apalah arti kemerdekaan bila hidup tanpamu. Apalah arti kebersamaan bila kita berjuang sendiri-sendiri. Oleh sebab itu yang, aku pengen apa yang menjadi cita-cita bersama, terwujud indah dalam bingkai rumah tangga. AKu gak menjanjikan rumah sebesar istana, mobil mewah berwarna merah, atau cincin putih bermata delima. Aku hanya bisa menjanjikan diriku akan ada disampingmu, suka maupun duka, berjuang sampai akhir hayatku, bersama untukmu.
Mungkin terdengar klise bagimu Yang, namun pernahkah kau mendengar sumpah pejuang? Pernahkah kau merenung kenapa pejuang begitu rela menyabung nyawa demi Ibu pertiwi? Meskipun kini si ibu sedang berduka, marah dan benci pada anak bangsa? Rasa cinta dan kasihlah yang membuat pejuang begitu gigih mempertahankan Ibu pertiwi. Mungkin Ibu memang sekarang marah, mungkin Ibu memang sekarang benci, tapi Ibu tetaplah ibu. Tetap sayang pada anaknya dan wajib kita bela dan hormati. Seperti itulah cintaku padamu yang..
Satu permintaanku,Yang.
Maukah kau ada disisiku saat aku menerjang bahaya?
Maukah kau merawatku saat aku terluka?
Maukah kamu menikah denganku?
Jakarta, Desember 2002
#Catatan: Kami akhirnya menikah 16-Agustus-2003 di Bandar Lampung