Resensi 7: OKS ? Gue Banget !
August 17, 2006Penulis: Indahjuli
Penyusun : Benny Ramdhani & Elsa V
Penyunting Naskah : Benny Ramdhani
Diterbitkan oleh : Penerbit Cinta
156 hlm.: ilus.; 19,5
Orang tua vs anak ? Basi deh. Demikian ungkapan anak muda sekarang, jika mempunyai masalah dengan orang tuanya. Masalah klasik yang tidak akan pernah habis-habisnya. Tidak hanya melanda orang tua dan kita sebagai anak, kita sebagai orang tua dan anak, dan anak-anak kita nantinya sebagai orang tua dan anaknya. Terus berlangsung.
Alih-alih menginginkan anaknya nanti hidup bahagia, berhasil dan bertanggung jawab, pengasuhan orang tua kadang membuat anak (terutama yang remaja) merasa seperti hidup dalam neraka dunia. Ini tidak boleh, itu dilarang. Jangan seperti itu, harus seperti ini. demikian sabda sang orang tua.
Konflik antara anak dan orang tua, rupanya menjadi perhatian komunitas Blogger Family (Blogfam) dan menginspirasi para anggotanya untuk menuliskan suatu masalah yang pernah terjadi dengan orang tua mereka. Tulisan-tulisan tersebut kemudian diterbitkan dalam suatu buku tips & tricks, yang bertitle “Teen World : Ortu Kenapa Sih ?, yang diterbitkan oleh Penerbit Cinta, pada bulan Juli 2006 lalu.
Buku yang berisi 15 tulisan ini, merupakan kisah nyata yang terjadi dalam kehidupan sang penulis. Tidak hanya pengalaman mereka sendiri, tetapi juga saudara atau teman-teman terdekat. Ke-15 tulisan tersebut, dipilah-pilah berdasarkan temanya dengan mengusung kata Ronde. Seperti Ronde 1 : Hobi vs Ortu, Ronde 2 : Pilihan vs Nyokap, Ronde 3 : Kenapa Bokap dan Ronde 4 : Berakhir Indah.
Gaya penulisan yang santai tak membuat pembacanya mengerutkan dahi. Apalagi cerita yang disajikan tidak jauh berbeda dengan apa yang pernah kita alami. “Gue banget nih, ” demikian yang terlontar saat membaca: Kenangan SPMB dan Aduuh Sakitnya. Kenangan SPMB, bercerita tentang pemilihan jurusan di bangku kuliah, yang dengan jargon lebih tahu apa dan bagaimana anaknya, orang tua merasa patut ikut serta dalam memilihkan jurusan karena menyangkut masa depan anaknya. Sementara Aduuh Sakitnya, menceritakan bagaimana akibatnya pergi tanpa memberitahukan tujuan kepada orang tua.
Setelah tersenyum-senyum membaca tulisan bercita rasa gue banget, pembaca akan diliputi rasa haru saat membaca : Sepotong Maaf, Selepas Makan Malam, Rumah Tempat Terindah dan Tahun Penuh Hening. Hm, betapa indahnya jika komunikasi terjalin baik antara orang tua dan anak. Apalagi di buku tersebut disajikan pula tips dan trik jika menghadapi konflik.
Membaca buku ini, tanpa mengabaikan rasa hormat dan salut kepada penulisnya, beberapa cerita terasa kurang tereksplorasi dan ada tulisan yang “terkesan” diikutsertakan untuk melengkapi buku tersebut. Diluar semua itu, buku ini high recommended untuk dibaca remaja dan orang tua.


